Jam telah menunjukkan pukul 09.00, waktunya Oik
menjemput Chika di sekolah barunya. Tapi ia belum juga beranjank dari tempat
duduknya. Ia menopangkan wajahnya dengan tumpuan siku tangannya, matanya lurus
memandang ke depan, dan ada sebutir air mata yang mengalir di pipinya.
Ada
apa dengan perasaan gue? Kenapa setelah ketemu bajingan itu perasaan gue jadi
nggak karuan begini? Cakka, Cakka K. Nuraga…
Oik
mengerang kesal sambil menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya.
Frustasi akan kejadian hari ini yang begitu menguak pikirannya. Ia masih
terkejut dengan kehadiran seseorang yang telah membuatnya hancur selama ini,
orang yang mengubah hidupnya.
“Cukup
sudah! Bastard!”geramnya lalu beranjak dari kursinya dan pergi begitu saja.
***